rajaseo

Transformasi Positif Fintech P2P Lending, Dalam Mendukung Pertumbuhan UMKM

6 Nov 2023  |  630x | Ditulis oleh : Kak Min
Asosiasi Fintech

Industri fintech peer to peer (P2P) lending telah membuktikan keberhasilannya dalam mendukung sektor produktif, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan penyediaan modal untuk operasional bisnis. Hal ini membantah pandangan yang menganggap asosiasi fintech atau fintech P2P lending itu sendiri hanya berkutat pada penyaluran kredit untuk konsumsi dengan suku bunga yang tinggi.

Dukungan bagi UMKM Melalui Fintech P2P Lending

Menurut data yang dikutip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pinjaman yang disalurkan ke UMKM oleh asosiasi fintech, baik individu maupun badan usaha, tumbuh sebanyak 19,18 persen secara tahunan, mencapai Rp19,38 triliun pada Agustus 2023. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp16,26 triliun.

Beberapa pelaku UMKM telah memberikan kesaksian tentang bagaimana asosiasi fintech atau fintech P2P lending telah mampu menjadi penopang utama bagi bisnis mereka. Dari proses pengajuan pinjaman yang mudah hingga suku bunga yang terjangkau yang ditawarkan oleh fintech, menjadi alternatif yang menarik bagi UMKM yang membutuhkan modal.

Yuari Trantono, pemilik PT Pangan Nusantara, sebuah UMKM yang berfokus pada pasokan daging dan sayuran untuk restoran atau rumah makan, mengungkapkan betapa pentingnya peran fintech dalam mendukung modal bisnisnya. Sebagai UMKM, mereka seringkali tidak memiliki aset yang dapat dijadikan jaminan untuk mendapatkan pinjaman dari lembaga perbankan. Menurutnya, persyaratan aset seperti tanah dan bangunan yang dimiliki oleh lembaga perbankan membuatnya sulit untuk mendapatkan kredit. Ari, sapaan akrabnya, menyatakan, "Kami sebagai UMKM tidak punya aset."

Lebih lanjut, Ari menjelaskan bahwa bisnisnya, yang telah berdiri sejak tahun 2013, baru-baru ini mulai menggunakan layanan pinjaman dari fintech P2P lending. Sejak mengakses pinjaman dari fintech, bisnisnya mengalami pertumbuhan yang signifikan. PT Pangan Nusantara berhasil memperoleh pembiayaan sekitar Rp1,2 miliar dari plafon Rp2 miliar yang disediakan oleh Alami Syariah. Hingga saat ini, PT Pangan Nusantara telah mencatatkan peningkatan omset hingga dua kali lipat, meningkat menjadi 6 ton per hari dari sebelumnya hanya 3 ton per hari.

Ari juga menyatakan bahwa suku bunga pinjaman dari fintech P2P lending berada pada kisaran 1,5% hingga 2% per bulan, dan ia berharap suku bunga tersebut dapat menjadi lebih rendah lagi, dengan batas maksimum sebesar 1,5% per bulan.

Mudahnya Proses Pengajuan Pinjaman untuk UMKM

Erfianty, pemilik Ayam Bakar Madu Hijrah, juga menjelaskan betapa mudahnya proses pengajuan pinjaman melalui fintech P2P lending. Menggunakan layanan fintech lending OVO Finansial, dia hanya memerlukan satu hari untuk mengajukan pinjaman modal usahanya. Erfianty mengungkapkan, "Alhamdulillah sih lancar ya. Prosesnya cepat. Paling lama dua hari, tapi pengajuan pertama hanya butuh satu hari. Jadi, hari Senin saya klik (ajukan), hari Selasa sudah masuk. Mudah, tinggal isi data saja."

Hal yang menarik adalah bahwa dalam pengajuan pinjaman melalui fintech P2P lending, tidak diperlukan jaminan. Erfianty mendapatkan limit kredit sebesar Rp6 juta pada pengajuan pertama, Rp30 juta pada pengajuan kedua, Rp 14 juta pada pengajuan ketiga, dan Rp50 juta pada pengajuan keempat. Dengan tenor yang bervariasi antara tiga hingga enam bulan, pembayaran pinjaman dilakukan langsung dari potongan transaksi penjualan. Setelah mendapatkan dana pinjaman ini, Erfianty melaporkan peningkatan omset bisnisnya mencapai sekitar 40 persen.

Dukungan Fintech P2P Lending untuk Pertumbuhan UMKM

Kisah sukses seperti yang diceritakan oleh Ari dan Erfianty menunjukkan bahwa fintech P2P lending telah menjadi kekuatan penting dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. Pengusaha UMKM semakin menyadari manfaat dari layanan fintech ini, yang tidak hanya menyediakan akses mudah ke modal, tetapi juga menjaga suku bunga tetap terjangkau.

Ike Ayu Saputri, yang merupakan Partnership Acquisition Alami Syariah, menjelaskan bahwa pengajuan pinjaman dalam fintech P2P lending didasarkan pada sistem credit scoring yang mengambil data dari laporan keuangan bisnis. Menurutnya, fintech yang mengusung prinsip syariah memberikan bagi hasil antara 13% hingga 20% per tahun, dengan tambahan biaya marketplace fee yang berkisar antara 2% hingga 5% per pencairan. Ini adalah bukti nyata bahwa fintech P2P lending telah berperan sebagai mitra yang kuat bagi UMKM dalam mendukung pertumbuhan mereka.

Penutup

Dalam dunia bisnis yang terus berkembang, fintech lending telah membuktikan bahwa perannya tidak terbatas pada kredit konsumtif. Dengan menyediakan akses mudah ke modal, suku bunga yang terjangkau, dan proses pengajuan yang sederhana, fintech P2P lending telah membantu mengangkat UMKM Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Kesuksesan UMKM seperti PT Pangan Nusantara dan Ayam Bakar Madu Hijrah adalah contoh nyata bagaimana fintech P2P lending dapat menjadi mitra yang kuat bagi pertumbuhan sektor UMKM di Indonesia.

Baca Juga:
Cara Atasi Kulit Merah dan Gatal Yang Mengganggu

Cara Atasi Kulit Merah dan Gatal Yang Mengganggu

Tips      

13 Feb 2020 | 1360 Rahman


Cara Atasi Kulit Merah dan Gatal Yang Mengganggu - Gatal dikulit memang berasa menyiksa sekali dan terasa gak nyaman ya, hati-hatilah bila kulit anda tiba-tiba terasa gatal yang amat ...

Kesehatan Holistik

Mengenal Lebih Dekat Konsep Kesehatan Holistik: Tubuh, Pikiran, dan Jiwa

Kesehatan      

29 Maret 2024 | 1024 Rahman


Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, seringkali kita fokus pada upaya menjaga kesehatan tubuh fisik saja. Padahal, kesehatan sejati melampaui sekadar kondisi fisik semata. Konsep ...

Izudin Muzaki

Profil Inspiratif, Mahasiswa Universitas Ma’soem yang Sukses sebagai Pengusaha Berbakat

Nasional      

26 Nov 2023 | 258 Rahman


Di tengah kesibukan dan berbagai kegiatan yang ada di Ma’soem University, telah lahir seorang pengusaha muda berbakat dari sekian banyak mahasiswa yang unggul dan berprestasi yaitu ...

Anies Baswedan

Solusi Cerdas Capres 01 Anies Baswaden, Ganti Food Estate dengan Contract Farming yang Lebih Efektif

Nasional      

4 Feb 2024 | 78 Rahman


Calon presiden 2024 nomor urut satu, Anies Baswedan, telah mengumumkan agenda utamanya dalam sektor pangan, yakni membangun sistem contract farming di Indonesia. Contract farming, sebagai ...

Kontroversi Program Bansos: Apakah Benar Jokowi Memanfaatkannya untuk Kampanye Gibran?

Kontroversi Program Bansos: Apakah Benar Jokowi Memanfaatkannya untuk Kampanye Gibran?

Nasional      

31 Jan 2024 | 65 Rahman


Program Bantuan Sosial (Bansos) yang akan dibagikan oleh pemerintah pada tanggal 1-13 Februari 2024 sedang menjadi topik hangat dalam politik Indonesia. Pasalnya, Presiden Joko Widodo ...

Mencermati Janji Prabowo: Benarkah akan Mampu Perkuat KPK?

Mencermati Janji Prabowo: Benarkah akan Mampu Perkuat KPK?

Nasional      

16 Feb 2024 | 58 Rahman


Isu penindakan tindak pidana korupsi menjadi salah satu topik yang dibahas dalam debat calon presiden yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Selasa, 12 Desember 2023. Penyelesaian ...