Presiden Joko Widodo telah menandatangani perpanjangan izin operasi tambang PT Freeport Indonesia hingga cadangan bijih tembaga, emas, dan perak di Papua habis. Keputusan ini merupakan langkah kontroversial yang menuai pro dan kontra dari berbagai pihak terutama terkait pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.
Langkah perpanjangan izin tambang Freeport ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengamankan investasi asing dalam industri pertambangan. Pemerintah Indonesia memberikan pengecualian kepada PT Freeport Indonesia untuk menggunakan kontrak karya (KK) sebagai dasar hukum operasionalnya, meskipun telah berubah menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).
PT Freeport Indonesia merupakan salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia yang mengelola tambang Grasberg di Papua. Grasberg dikenal sebagai salah satu tambang tembaga terbesar di dunia dan merupakan aset berharga bagi Freeport-McMoRan, perusahaan induk dari PT Freeport Indonesia.
Keputusan perpanjangan izin tambang Freeport ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada investor asing dan mempertahankan arus investasi dalam sektor pertambangan Indonesia. Namun, kebijakan ini juga menimbulkan polemik terkait pengelolaan sumber daya alam, terutama dalam hal pemanfaatan hasil tambang untuk kesejahteraan masyarakat Papua dan pendapatan negara.
Sebagai upaya untuk mengatasi kekhawatiran terkait isu sosial, pemerintah juga menggeser kepemilikan saham Freeport sebesar 51% kepada PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), BUMN yang berperan sebagai kontroler pemanfaatan sumber daya alam mineral dan batu bara di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi dari kekayaan tambang bagi pembangunan Indonesia secara lebih adil dan berkelanjutan.
Dalam konteks perpanjangan izin tambang Freeport, pemerintah diharapkan dapat menjalankan fungsi pengawasan yang ketat untuk memastikan bahwa aktivitas tambang dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan demikian, pengelolaan sumber daya alam Indonesia dapat memberikan manfaat optimal bagi pembangunan berkelanjutan.






















